![]() |
| AHOK LOVERS MELAMPAUI KAWASAN JAKARTA |
AGEN POKER -
Popularitas Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, yang akan meninggalkan jabatan dalam beberapa bulan ke depan, rupanya beresonansi di luar Jakarta, menyebabkan orang-orang dari luar Jawa datang menemui dia secara langsung untuk mengungkapkan dukungan mereka kepada politisi vokal tersebut.
DEWA POKER -
Debora Sarwom( 59 tahun ), seorang penduduk Jayapura di Papua, melakukan perjalanan jauh-jauh dari provinsi paling timur Indonesia hanya untuk bertemu dengan gubernur setelah melihat di TV bahwa dukungan besar yang diterima gubernur dari masyarakat setelah dia kehilangan pemilihan limpasan baru-baru ini.
TEXAS POKER -
"Tiket untuk penerbangan dari Jayapura ke Jakarta menghabiskan biaya Rp 3,5 juta. Tapi itu tidak masalah bagiku. Saya ingin bertemu Ahok, "kata Debora, yang mendarat pada hari Kamis di Jakarta bersama suami dan anak perempuannya. Menurutnya Ahok ini dapat melambangkan seorang pejabat publik yang berani dan bersih yang berdedikasi untuk mengembangkan kota dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
POKER ONLINE -
"Dia lebih tampan dari apa yang saya lihat di TV. Dia masih muda dan saya yakin dia akan mendapatkan posisi yang lebih baik setelah ini, "katanya, menambahkan bahwa dia tidak pernah melewatkan penampilan Ahok selama debat pemilihan televisi.
JUDI POKER -
Menurut sejumlah perhitungan cepat, Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat gagal mempertahankan posisinya dan mereka telah berhasil mengalahkan Anies Baswedan dan pasangannya Sandiaga Uno. Pemilihan tersebut merupakan salah satu yang paling intens dan memanas dalam sejarah negara tersebut.
Elisabeth Meme Dasion ( 62 tahun ), seorang penduduk Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, awalnya datang ke Jakarta awal bulan ini untuk menghadiri wisuda anaknya dari sebuah universitas swasta di Jakarta.
Namun, pertemuan Ahok juga termasuk prioritasnya saat mengunjungi ibu kota. "Kami juga memiliki pemilihan kabupaten Februari lalu, namun perhatian yang saya berikan itu tidak seperti yang saya lakukan pada pemilihan di Jakarta," tambahnya.
Sesampainya di Balai Kota jam 9 pagi, dia harus menunggu hampir lima jam untuk menemui idolanya, karena giliran berpose di sesi foto tengah hari, sementara Ahok mengadakan serangkaian pertemuan hari itu.
Balai kota telah berubah menjadi tempat wisata dalam beberapa hari terakhir karena ratusan orang berduyun-duyun ke lokasi. Pada hari Jumat, saat sang gubernur melaksanakan tugasnya, orang-orang dengan sabar menunggu kedatangan mereka untuk bertemu dan berfoto dengan Ahok. Saat melihat gubernur, penggemarnya mulai menjerit dan meneriakkan namanya.
Banyaknya orang yang mengunjungi kantor tersebut telah meminta petugas keamanan untuk membuat serangkaian peraturan bagi mereka yang ingin menyampaikan harapan mereka kepada gubernur. Pengunjung diharuskan mengambil nomor antrian, mengantre dan memegang tangan mereka setelah berfoto, untuk mencegah mereka bergabung kembali dengan antrean.
Kawasan ini juga dibanjiri papan bunga dan display bunga yang dikirim sebagai tanda solidaritas dengan para pemain lama sebelum mereka meninggalkan jabatan pada bulan Oktober.
Jumlah pengaturan bunga telah meningkat dengan cepat menjadi lebih dari 2.000 dan telah memaksa pemerintah untuk memindahkan sebagian dari mereka ke wilayah Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat.
"Kami tidak bisa menghentikan orang [mengirim display]. Ini seperti festival bunga. Bayangkan berapa banyak yang harus Anda keluarkan untuk mengatur festival semacam itu? "Ahok berkata, menambahkan bahwa sisa-sisa display nantinya bisa dijual.
Namun, satu papan bunga terpampang dengan pesan "Move On Donk!" Juga terlihat. "OKE OCE", ditulis di bawah ini, mengacu pada slogan saingan Ahok Anies-Sandiaga. Beberapa penggemar Ahok mengubah kata-kata untuk membaca "Menolak Move On" (menolak untuk melanjutkan) dengan nada menantang.

Post A Comment:
0 comments: