Navigation

POKER ONLINE - DANA YANG BESAR PADA KAMPANYE PUTARAN KEDUA

DANA YANG BESAR PADA KAMPANYE PUTARAN KEDUA
DANA YANG BESAR PADA KAMPANYE PUTARAN KEDUA
AGEN POKER - Kita ketahui bersama baik itu kampanye atau pun pilkada sama sama memakan banyak dana, semakin banyak pilkada yang ada maka semakin besarlah biaya yang dikeluarkan. Pada kampanye pilkada putaran kedua ini, pasangan Basuki Tjahja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat contohnya menghabiskan dana sebasar 31,7 miliar rupiah. Dimana seluruh dana yang masuk ini tercatat dan juga pengeluaran dananya semasa kampanye semua dilaporkan pada KPU DKI Jakarta.

DEWA POKER - Menurut Charles Honoris, Ketua bendahara tim sukses Ahok – Djarot, saat ini dana yang terkumpul saat ini sudah mencapai 32.3 miliar rupiah lebih. Jumlah dana ini sendiri adalah gabungan dana sisa pada kampanye putaran pertama sebesar 4.8 miliar dan ditambahkan lagi dengan hasil turunan dana kampanye putaran kedua sebesar 27.6 miliar rupiah. Namun pada dana putaran kedua ini hanya 27.6 miliar saja yang dapat digunakan untuk berkampanye.

TEXAS POKER - “Sebanyak 103.8 juta dari dana yang keluar pada putaran kedua ini tidak dapat digunakan, dari total dana yang keluar sebesar 27.7 miliar rupiah,” ujar Charles saat dirinya ditemui pada konferensi pers yang diadakan di Rumah Cemara, Jakarta Pusat.

POKER ONLINE - Dana sebesar 27.6 miliar ini terbagi menjadi 10.08 miliar sumbangan yang diberikan dari 3.245 donatur dan 17.54 miliar berasal dari 50 badan hukum. Pada dana 103.8 juta yang tidak bisa digunakan tersebut, karena dana ini tidak dilengkapi dengan Surat Pernyataan Penyumbang KPUD yang dibubuhi tanda tangan basah atau ada juga yang tidak dilengkapi dengan KTP dan NPWP. “ Dana terbesar digunakan pada kegiatan operasional kegiatan kampanye,” ujar Charles.

JUDI POKER - Seluruh dana ini sendiri nantinya akan dibuatkan laporannya dan nantinya akan diserahkan sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada penyumbang dan masyarakat Jakarta. Pada biaya operasional itu meliputi seperti pembuatan alat peraga, pertemuan terbatas, penyebaran bahan kampanye, pembuatan dan biaya operasional posko Ahok – Djarot, serta biaya biaya iklan yang dipasang.

“ Laporan dana ini bukan hanya ditujukan pada warga DKI Jakarta saja, tetapi juga diberikan pada warga Negara Indonesia,” tambah Michael Sianipar selaku staff bendahara Tim sukses Ahok – Djarot. Michael mengatakan ada dana yang tersisa sebesar 600 juta, dan saat ini sedang dipertimbangkan akan digunakan kemana dana tersebut.

“Perhitungan kami pertama ialah tidak adanya kampanye putaran kedua ini, untuk dana yang lebih awalnya kami bermaksud untuk menghibahkannya pada Bus DKI Jakarta, namun yang tersisa sekarang hanya 600 juta saja. Nanti akan dipertimbangkan kembali dana ini ingin dibuatkan apa pada wajah ibukota,” ujar Michael.
Share
Banner

Post A Comment:

0 comments: