Navigation

POKER ONLINE - BAGAIMANA HAM PADA PILKADA JAKARTA

BAGAIMANA HAM PADA PILKADA JAKARTA
BAGAIMANA HAM PADA PILKADA JAKARTA
AGEN POKER - Alghiffari Aqsa, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH ), mengatakan isu sektarinisme dan ujaran kebencian tidak pernah muncul pada Pilkada DKI Jakarta 2012 sebelumnya, malahan di tahun ini menjadi memanas. Menurut Aqsa, ini merupakan polarisasi HAM yang terjadi selama pilkada DKI Jakartha 2017. Masih menjadi  pertanyaan awal mula hal ini berawal itu dari mana.

DEWA POKER - Pada putaran kedua pilkada DKI Jakarta ini terlihat seperti adanya pembagian grup yang tidak terlihat, kedua kubu ini seperti mewakili dua hak yakni hak sipil dan politik serta hak ekonomi, social dan budaya. Pasangan calon Gubernur Basuki Tjahja Purnama dan calon Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat terlihat mereka mewakili hak sipil dan politik. Dan calon Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mewakili hak ekonomi, Sosial dan budaya.

TEXAS POKER - Kita bisa melihat bersama dengan apa yang dilakukan Gubernur Pertahana Basuki Tjahja Purnama, selama ini dirinya terus membangun dan membenahi kawasan yang kita anggap sebagai kawasan kumuh dan menjadi tempat bargi waga minoritas. Dirinya juga sudah memberikan jaminan hidup bagi kaum duafa yang selama ini hanya di padang sebelah mata oleh kita, hal seperti ini menmjadi perwujudan hak politik dan sipil rakyat yang berdemokrasi.

POKER ONLINE - Pencitraan lain juga bisa kita lihat dari kasus dugaan penistaan agama yag dituduhkan pada dirinya. Pada kasus ini kita bisa melihat sendiri adanya proses pengadilan yang tidak adil yang dialami oleh Ahok, dimana pad kasus ini dugaan tidak memiliki bukti bahwa terduga melakukan tindakan penistaan agama. Namun pada kasus ini jelas terlihat adanya dugaan permainan yang memperlambat proses hukum yang sedang dilakukan.

JUDI POKER - Kita bisa melihat sendiri apa yang dilakukan oleh Calon gubernur Anies Baswedan, dirinya melakukan pendekatan pada kelompok intoleran, seperti FPI saat ini Anies menggunakan kekurangan yang ada pada sidang Ahok sebagai minus dari calon gubernur Jakarta. Lain dari Ahok disini Anies lebih menekankan pada perekonomian warga dan menjamin hak social dari warga saat ini.

Pratiwi Febri, memberi ultimatum pada kedua pasangan calon ini untuk lebih memperhatikan dua belas permasalahan yang menjadi masalah utama yang ada pada DKI Jakarta saat ini, dari pada terus berkutat pada isu SARA saat ini. Dua belas permasalahan yang menjadi topic saat ini adalah penggusuran hak atas perumahan, kemacetan, banjir, intoleransi, kualitas udara dan polusi, hak atas bantuan hukum, kemiskinan dan ketimpangan, hak atas pekerjaan, hak atas air bersih, krimilitas dan hak atas keamanan.
Share
Banner

Post A Comment:

0 comments: