![]() |
| HUNIAN BAGI WARGA MISKIN, MENJADI TOPIK PANAS PADA DEBAT PILKADA |
AGEN POKER -
Debat kemarin malam di awali oleh kebinguangan Basuki Tjahja
Purnama atau lebih sering dipanggil Ahok terhadap program hunian yang dibawakan
oleh pasangan calon gubernur nomor urut tiga Anies Baswedan – Sandiaga Uno.
Saat itu kedua pasang calon yakni Basuki Tjahja Purnama – Djarot Syaiful
Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno tengah membahas ide tentang hunian
bagi warga kurang mampu. “ Sebelumnya maaf ya rumah yang anda maksudkan ini rumah
seperti apa ya, rumah tapak atau rumah susun untuk warga yang berpenghasilan 3
juta sampai 7 juta perbulannya,” tanya Ahok pada Anies debat Pilkada DKI
Jakarta kemarin.
DEWA POKER -
Yang menjadi pertanyaan Ahok ialah pernyataan yang tertulis
pada media massa, disana tertulis bahwa Sandi mengungkapkan bahwa warga dengan
penghasilan dibawah 4 juta tidak memiliki kemungkinan memiliki rumah saat ini. “Saat
ini kami tidak membicarakan bangunan rumahnya, namun yang kami siapkan ialah instrumen
pembiayaan. Pada tahap pembangunan hal ini bisa saja dilakukan oleh pihak
swasta maupun pihak pemerintah,” ujar Anies
TEXAS POKER -
Menurut Anies dengan adanya variasi harga warga dapat
memilih rumah mana yang akan ia perjual belikan nantinya. Mau itu rumah tapak
atau rumah susun tergantung pada permintaan dan kesanggupan dari warga tersebut
nantinya. Namun menurut Ahok, Anies tidak menjawab apa yang menjadi
pertanyaannya. Hal ini kemudian membuat
Ahok memberikan gagasannya hunian bagi warga kurang mampu.
POKER ONLINE -
Ahok memberikan gambaran seperti warga yang tinggal
disekitar Kali Krukut. Ahok melihat kondisi yang ada dan dialami oleh warga
Kali Krukut memberinya gagasan untuk memindahkan mereka untuk tinggal di rumah
susun. Ahok sendiri mengutip hasil penelitian yang diteliti oleh PBB bahwa
ukuran minimal dari sebuah rumah yang sehat dan layak untuk dihuni minimal
berukuran 36. Hunian yang ada pada Kawasan Kali Krukut sendiri menurutnya
terlalu sempit.
JUDI POKER -
Ahok mengakui dirinya tiga bisa melihat warga miskin membeli
rumah sendiri. Dengan uang yang seadanya mereka membeli rumah rumah kecil yang
berada di gang yang kecil juga. “Dengan melihat keadaan yang ada kami coba
menawarkan. Kalau dia memiliki tanah 100 meter, maka kami akan membangunkan rumah
susun dirinya akan mendapatkan 250 meter dan setengahnya akan menjadi halaman,”
ungkap Ahok.
Menurut Anies selama Pilkada ini dirinya melihat
permasalahan warga miskin di Ibukota saat ini ialah hunian yang layak dengan
harga yang minim. Ada sekitar 41% warga Jakarta yang belum memilki hunian oleh
karena itu mereka merencankan pembangunan hunian yang layak bagi warga. Anies
sangat yakin dengan hunian yang ia gagaskan akan berjalan dengan baik bahkan
ada private sector yang berminat untuk mengerjakan program rumah dengan uang
muka Rp 0,-
“Saat ini menurut kamin program ini sangat bisa dilaksanakan
hanya tergantung keberpihakan warga saja saat ini,” ujar Anies. Anies sendiri
cukup menyadari bahwa selama masa kampanye ini banyak cibiran yang menyatakan
ketidak mungkinan program ini untuk dijalankan. Menurut Anies solusi hunian
bagi warga miskin selalu muncul tiap tahunnya. Dirinya yakin pada tahun kedua
dan ketiga jika dirinya terpilih maka harga huniannya juga akan semakin
bervariasi.
Menurut Ahok, Anies belum bisa menjawab apa yang menjadi
pertanyaannya tadi, “ hal ini terlalu retorika”. Menanggapi pernyataan 41%
warga Jakarta yang tidak memiliki rumah, hal ini yang membuatnya bersikeras
untuk membangun pulau buatan yang nantinya diatas pulau ini akan dibangun
hunian bagi warga kurang mampu.

Post A Comment:
0 comments: