![]() |
| SUMARSONO MENYATAKAN SURAT KETERANGAN SAH PADA PILKADA |
DEWA POKER - " Pemakain Suket pada pilkada itu sah selama memang warga saat itu belum memiliki KTP elektronik atau pun dalam masa pembuatan, kalau dipertanyakan tetang dasar hukumnya saya rasa dalam UU PKPU sudah tercatat ya jadi saya tidak perlu menjelasakannya lagi," ujar Sumarsono saat dirinya disambangi di Balai kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
TEXAS POKER - Sumarsono menyatakan sahnya Surat Keterangan dipergunakan pada saat pilkada karena dalam Undang Undang jelas tercatat dan menjamin hal tersebut. Namun belum ada keputusan kepastian akan hal ini. " KPU sudah mengatur hal ini sebelumnya, Saya juga menjamin sahnya pemakaian Surat Ketereangan pada pilkada DKI Jakarta," ujar Sumarsono.
POKER ONLINE - Ada tiga alternatif untuk dikeluarkannya Surat Ketereagan ini. Pertama, Penerbitan Surat keterangan akan dihentikan pada H-3 sebelum waktu pencoblosan terhitung pada tanggal 16 april 2017. Kedua, penebitan Surat keterangan akan dihentikan saat DPT putaran kedua sudah ditetapkan. Alternatif terakhir adalah Status Quo dimana arti dari Status Quo ini adalah H-1 jam 16.00.
JUDI POKER - Data surat keterangan ini sendiri nantinya harus ada dan dipasang pada TPS dan juga Tim sukses dari pasangan calon. Mengingat hal ini Sumarsono berpendapat alternatif ketiga ini sangat tidak mungkin dilakukan. " Kalau cuma satu hari pasti tidak akan terkejar, di Jakarta ada warga yang berada dipulau kecil yang juga memiliki hak suara seperti pulau Seribu dan Pulau Bidadari," jelas Sumarsono.
Pemprov DKI sendiri mengusulkan Surat Keterengan ini didistribusikan minimal H-3 sebelum waktu pencoblosannya agar nantinya memiliki cukup waktu untuk mendistribuskannya. Terkait dengan penerbitan Surat Keterangan ini, bagi para pemilih yang tidak terdaftar didata pemilihan kedua tim sukses dari pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan - Sandiaga Uno ini menolak adanya Surat Keterangan ini. " Pada putaran kedua ini kami menolak adanya Surat Keterangan," ujar Syarif.
Dirinya mengatakan pada putaran pertama lalu adanya indikasi banyaknya pemilih yang tidak valid yang memberikan suaranya. Menurutnya pada putaran pertama timnya banyak menemukan indikasi kecurangan seperti pemalsuan surat Keterangan dari Dinas Dukcapil.

Post A Comment:
0 comments: