Navigation

LOKASI WISATA ACEH DENGAN PENGELOLAAN YANG MASIH JAUH DARI LAYAK

LOKASI WISATA ACEH DENGAN PENGELOLAAN YANG MASIH JAUH DARI LAYAK

LOKASI WISATA ACEH DENGAN PENGELOLAAN YANG MASIH JAUH DARI LAYAK
BUNDAPOKER
AGEN POKER - Siapa yang tidak kenal Aceh dengan berbagai tempat wisata pantainya yang memiliki pesona luar biasa. Namun dibalik pesona itu masih ada sisi hitam dibaliknya, untuk daerah pariwisata Aceh memiliki toilet yang cukup terbatas dan belum layak belum lagi harga makanan disana belum memiliki standarnya. Adanya hal ini menjadi krusial pada bisnis pariwisata Aceh saat ini. Tentunya dengan adanya hal ini membuat buruk citra pariwisata pada tanah rencong.
DEWA POKER - Di daerah yang kerap dipanggil dengan Serambi Mekkah ini, persoalan krusial seperti ini bukan lagi rahasia umum lagi. Dari menu makanan yang tidak mencantumkan harga, baik itu di warung makan atau café dan juga warung kopi meskipun tak menampik, sebagian restoran sudah melakukan pencantuman harga pada setiap menu makan yang mereka jual.
TEXAS POKER - Tuan Mujahid Abdul Wahab, Direktur Manajer Sony Music Malaysia mengaku pernah mendapatkan pengalaman pahit berkaitan dengan harga makanan. Dirinya pernah satu kali makan di sebuah warung makan namun saat ingin membayar dirinya terkejut dengan harga yang di sampaikan sang penjual yang ternyata sangat mahal. Sementara sewaktu warga sekitar yang datang makan harga makanan pada warung itu menjadi normal kembali.
POKER ONLINE - “ Saat ini Aceh belum memiliki standar pada harga makanan,saya sendiri pernah mengalami hal yang sama. Pada saat saya pergi sendiri harga makanan menjadi sangat mahal namun ketika saya bersama warga setempat harganya menjadi murah,” ujar Tuan Mujahid Abdul Wahab yang kerap di sapa Tuan M. Dirinya juga mengkritis akan ketersediannya toilet umum pada lokasi wisata. Padahal kalau kita lihat di Sabang memiliki objek wisata yang sangat indah baik itu pada pemandangan laut maupun pantainya.
JUDI POKER - “ Sabang sampai saat ini masih memiliki pantai yang sangat asri, namun sampai saat ini pengelolaannya masih sangat kacau terutama untuk toiletnya yang masih tidak bersih,’ ujar Tuan M. Reza Fahlevi, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ( Dusbudpar ) Aceh tidak menampik pada persoalan fasilitas toilet dan label harga makanan yang menjadi tantangan bisnis di Aceh saat ini.

Share
Banner

Post A Comment:

0 comments: