PUNGLI DI GBK DILAKUKAN SEAKAN TANPA HUKUM
![]() |
| BUNDAPOKER |
AGEN POKER - Pungutan liar yang dilakukan oleh sejumlah preman di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) semakin meluas dan seolah belum tersentuh undang-undang. Mereka melakukan pungutan liar dengan berpura-pura menjadi petugas parkir.
DEWA POKER - Padahal, saat masuk ke GBK pengunjung telah membayar biaya parkir resmi. Anton, salah satu pengunjung mengaku keberatan atas tuduhan ilegal yang dilakukan oleh preman tersebut. Dia harus membayar di GBK seharga Rp5.000 untuk mobil, tapi saat parkir kembali diminta membayar Rp10.000. "Saya beri Rp5.000, tapi mereka tidak mau, jadi tidak ada tiket resmi setelah mengambil uang mereka pergi," kata Anton, Jumat (22/11).
Katanya, preman yang kedok parkirnya juga bisa bergerak bebas saat ada petugas keamanan. "Ada penjaga keamanan tapi mereka diam. Bahkan ketika saya melapor, petugas keamanan mengatakan mereka memberi mereka uang untuk rokok," katanya. Tapi jika dihitung, jika setiap hari ada 100 mobil masuk dan parkir, lalu berapa uang yang bisa didapat rokok dari preman.
TEXAS POKER - Hal yang sama terjadi pada Darmono, sopir bus ini yang parkir di wilayah JCC. Ia mengaku menghabiskan Rp20.000 sebagai tempat parkir tambahan. Sedangkan untuk biaya parkir resmi, dia sudah membayar Rp40.000. Darmono mengeluhkan petugas keamanan GBK yang masih membiarkan preman tersebut beraksi.
"Mereka meminta uang di depan petugas keamanan, tapi mereka diam saja, apakah mereka juga bisa memberikan kuota," katanya. Kisah premanisme di bidang GBK nampaknya tidak bisa diberantas. Karena diduga ada beking dari salah satu aparat keamanan.
POKER ONLINE - "Jika saya dengar, dia mengatakan deposit ke pihak berwenang, jadi petugas keamanannya tidak berani menegur," kata Darmono. Ia berharap polisi bisa segera bertindak karena segera Asian Games 2018 akan digelar di sana. Hasil pemantauan di GBK preman terlihat jelas.
JUDI POKER - Bahkan preman juga akrab dengan petugas keamanan. Salah satu petugas keamanan ditemui mengaku tidak dapat berbuat banyak dengan tindakan preman tersebut. Karena pernah ada larangan bahkan dikonsumsi.

Post A Comment:
0 comments: