MALAYSIA BERHASIL MENAHAN 20 MILITAN ISIS
![]() |
| BUNDAPOKER |
AGEN POKER - Polisi Malaysia telah menahan 20 tersangka militan Islam, termasuk anggota terkemuka kelompok ekstremis Indonesia dan yang lainnya diyakini berencana berperang di Filipina selatan yang dilanda perselisihan, kata pihak berwenang pada hari Jumat.
DEWA POKER - Mereka adalah penangkapan terakhir yang diduga ekstremis di Malaysia yang berpenduduk mayoritas Muslim, karena kekhawatiran meningkatnya militan yang telah berperang dengan kelompok Negara Islam (IS) di luar negeri kembali ke Asia Tenggara setelah kerugian para jihadis di Timur Tengah.
TEXAS POKER - Penangkapan dilakukan dalam serangan nasional dari akhir November hingga pertengahan Desember, kata polisi dalam sebuah pernyataan. Di antara mereka yang ditahan adalah seorang pemimpin senior yang dituduh terlibat dalam hubungan antara kelompok militan IS-linked Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang telah dipersalahkan atas beberapa serangan mematikan baru-baru ini di negara asalnya.
POKER ONLINE - Pria 24 tahun itu dijemput di negara bagian Johor, Malaysia selatan, kata polisi, tanpa mengidentifikasinya. Seorang Filipina berusia 50 tahun yang dicurigai mencoba merekrut orang untuk bergabung dengan geng pencuri Filipina-gencatan senjata Abu Sayyaf ditangkap di Kuala Lumpur. Beberapa orang Filipina, Malaysia dan Indonesia ditahan di pulau Kalimantan, juga diduga berencana untuk bergabung dengan militan di Filipina.
JUDI POKER - Penangkapan tersebut dilakukan setelah ratusan pria bersenjata lokal dan asing yang telah berjanji untuk mengabdi kepada IS mengepung kota Islam utama di Filipina yang beragama Katolik selama lima bulan. Pertarungan brutal Marawi menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Seorang militan dari sebuah negara Afrika Utara yang tidak dikenal yang sebelumnya bertempur dengan IS di Timur Tengah juga ditangkap di bandara Kuala Lumpur, kata polisi. Malaysia telah mengumpulkan ratusan tersangka militan Islam dalam beberapa tahun terakhir namun belum mengalami serangan besar.

Post A Comment:
0 comments: