MENURUT JAKSA HAKIM MEMBUAT KESALAHAN ATAS KASUS AHOK
![]() |
| BUNDAPOKER |
AGEN POKER - Lebih dari sembilan bulan setelah terbukti menghujat, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama telah secara resmi menantang keyakinannya melalui sebuah petisi petisi ke Mahkamah Agung.
Sidang pendahuluan permohonan, yang berlangsung hanya 10 menit, digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari Senin. Hakim Agung kemudian memutuskan apakah akan memberikan atau tidak mengajukan petisi atas kasus Ahok. Pengadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dipimpin oleh Hakim Mulyadi, yang sebelumnya memimpin persidangannya di tingkat kabupaten.
DEWA POKER - Berbicara kepada wartawan setelah dengar pendapat pada hari Senin, pengacara dan saudara Ahok, Fifi Letya Indra, mengatakan bahwa dia yakin Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah melakukan kesalahan dalam menyatakan Ahok bersalah karena menghujat.
Dia mengatakan vonis bersalah terhadap Buni Yani, seorang dosen komunikasi dinyatakan bersalah melakukan rekaman video sebuah pidato yang diberikan oleh Ahok yang digunakan sebagai bukti untuk mengajukan tuduhan penghujatan terhadap mantan gubernur Jakarta, merupakan dasar permintaan untuk meninjau ulang kasus tersebut.
TEXAS POKER - "Argumen hukum untuk petisi kami adalah bahwa hakim (di tingkat kabupaten) melakukan kesalahan dalam putusan mereka [terhadap Ahok], terutama berkenaan dengan keputusan Buni Yani." katanya, menambahkan bahwa tim pembela juga memiliki argumen hukum lainnya untuk mendukung petisi tersebut.
"Kami punya enam sampai tujuh poin untuk dibuat." Ahok dinyatakan bersalah karena menghujat dan dihukum dua tahun penjara pada 9 Mei menyusul serangkaian demonstrasi oleh kelompok konservatif yang percaya bahwa dia telah menghujat Al Qur'an saat dia mengatakan bahwa beberapa orang "ditipu oleh orang lain" dengan menggunakan Al Ma ' ida 51 ", sebuah ayat Alquran yang oleh beberapa ilmuwan melarang orang Muslim memilih pemimpin non-Muslim.
POKER ONLINE - Dia dikenai penghujatan berdasarkan Pasal 156a KUHP yang mendapat hukuman maksimal lima tahun penjara. Menurut undang-undang pemilihan 2017, seseorang yang dituduh melakukan tindak pidana berat lima tahun penjara dilarang menjadi presiden atau wakil presiden.
Pengadilan Negeri Bandung, sementara itu, memvonis Buni Yani sampai 18 bulan penjara karena melanggar UU Cyber di negara tersebut pada 14 November 2017. Ahok tidak mengajukan banding atas keyakinannya di pengadilan banding, sementara Buni Yani melakukannya. Keputusan Ahok sekarang bersifat final dan mengikat sehingga memenuhi syarat untuk ditinjau.
JUDI POKER - Jaksa mengatakan kepada wartawan setelah persidangan bahwa tim pembela tidak membawa bukti baru untuk mendukung langkah terakhir mereka. Kasus Ahok dan kasus Buni Yani tidak terkait, kata juru bicara Sapta Subrata. "Ahok bersalah karena menghujat, sementara Buni Yani bersalah karena merusak rekaman video yang bukan miliknya."
Dia menambahkan bahwa penuntutan kasus Ahok tidak mempengaruhi kasus Buni Yani dan sebaliknya. "Bukti dalam kasus Buni Yani adalah bagian dari pidato yang dikutip oleh Buni Yani, namun tidak digunakan sebagai bukti dalam sidang Ahok." Penghakiman pengadilan distrik atas Ahok benar, katanya.
Hakim Mulyadi, bagaimanapun, mengatakan bahwa jaksa penuntut memiliki waktu dua sampai tiga hari untuk menanggapi sebelum mengirimkan petisi tersebut kepada hakim. "Kami tidak memiliki kewenangan untuk mengajukan petisi, yaitu kewenangan Mahkamah Agung. Kami hanya memeriksa persyaratan administrasi," kata hakim tersebut.
Petugas keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi terlihat menjaga Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jl. Gajah Mada di Jakarta Pusat dari Senin pagi. Para pendukung Ahok datang ke pengadilan mengenakan pakaian merah sambil melawan mantan gubernur itu dengan warna putih.

Post A Comment:
0 comments: