Navigation

TIM KHUSUS DIBENTUK UNTUK MEMANTAU KASUS NOVEL

TIM KHUSUS DIBENTUK UNTUK MEMANTAU KASUS NOVEL

TIM KHUSUS DIBENTUK UNTUK MEMANTAU KASUS NOVEL
BUNDAPOKER
AGEN POKER - Sebuah tim yang terdiri dari tiga anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan empat tokoh terkenal lainnya telah dibentuk untuk memantau penyelidikan terhadap penyidik ​​terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (Novel Baswedan), yang selama ini masih belum terpecahkan tahun.

DEWA POKER - Tim yang dibentuk berdasarkan mandat rapat pleno Komnas HAM pada bulan Februari, akan mengumpulkan informasi dari Novel dan semua pihak terkait, termasuk saksi dan pihak berwenang, serta menganalisis dokumen dan temuan terkait kasus tersebut, kata komisaris Komnas HAM Sandrayati Moniaga, yang juga ketua tim.

Anggota tim termasuk komisaris Komnas HAM M. Choirul Anam, cendekiawan Katolik Franz Magnis-Suseno, ketua Komnas HAM A. Taufan Damanik, Wakil Komnas HAM untuk masalah eksternal Sandrayati Moniaga, aktivis Alissa Wahid dan ahli hukum Bivitri Susanti.

TEXAS POKER - "Banyak anggota masyarakat, keluarga [Novel] dan rekan-rekan kami telah mendesak agar kasus ini dipecahkan. Kami akan berusaha untuk mengetahui mengapa proses penyelidikan tersebut terhenti, namun kami tidak akan melakukan intervensi ke dalam wewenang polisi, "Kata Sandrayati pada hari Jumat.

Sandrayati mengatakan bahwa tim tersebut dijadwalkan bekerja selama tiga bulan, setelah itu akan mengeluarkan rekomendasi, diharapkan dapat membantu aparat penegak hukum dalam penyelidikan kasus tersebut.

POKER ONLINE - Tim tersebut dibentuk di tengah tekanan pada Jokowi untuk membentuk tim pencari fakta independen yang serupa dengan yang dibuat oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelidiki pembunuhan terdepan pembela hak asasi manusia Munir Said Thalib pada tahun 2004.

JUDI POKER - Pada bulan April tahun lalu, dua penyerang yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor melemparkan asam ke wajah Novel saat dia sedang berjalan pulang dari sholat subuh di sebuah masjid di dekatnya. Pada saat itu, Novel memimpin penyelidikan KPK ke dalam kasus korupsi e-id, yang telah melibatkan puluhan politisi.

Setelah serangan tersebut, yang disambut dengan paduan suara penghukuman, Novel menerima perawatan di Singapura karena luka parah yang diderita mata kirinya.
Share
Banner

Post A Comment:

0 comments: