BAKU TEMBAK DI DEKAT FREEPORT MEMAKAN KORBAN JIWA
![]() |
| BUNDAPOKER |
AGEN POKER - Bentrokan antara Militer Indonesia (TNI) bekerja sama dengan Polisi Nasional dan Tentara Pembebasan Nasional Papua (TPN-OPM), kelompok Papua merdeka, mengakibatkan setidaknya satu kematian di distrik Tembagapura kabupaten Mimika di Papua pada hari Rabu dekat tambang tembaga yang dioperasikan oleh Freeport.
TNI mengatakan tidak dapat memastikan apakah korban itu seorang warga sipil atau anggota TPN-OPM, yang disebut sekelompok penjahat bersenjata separatis oleh TNI. TPN-OPM mengklaim korban tewas adalah warga sipil. Baik TNI dan TPN-OPM mengkonfirmasi identitas lelaki yang tewas itu sebagai Timotius Umabak.
DEWA POKER - TNI mengatakan bentrokan itu menyebabkan dua orang lainnya terluka, para korban diidentifikasi sebagai Ruben Kupugau, berusia 30-an, dan Kapin Wamang, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun. Sekali lagi TNI tidak dapat memastikan apakah kedua orang yang terluka adalah warga sipil atau anggota TPN-OPM.
Juru bicara Komando Cendrawasih Kolonel M. Aidi mengatakan pada hari Rabu bahwa sebuah baku tembak terjadi pada pukul 10:15 waktu setempat ketika sedang berburu kelompok-kelompok bersenjata di desa Opitawak. "Bentrokan itu berlangsung selama 30 menit dan ketika baku tembak berakhir, tentara kami memasuki desa dan menemukan satu orang tewas dan dua lainnya terluka," kata Aidi.
TEXAS POKER - "Kelompok ini biasanya menggunakan warga sipil sebagai tameng," kata Aidi. Militer mengatakan mereka menyita sebuah senapan F-16 di desa itu. Perburuan itu merupakan tindak lanjut dari bentrokan sebelumnya pada hari Minggu, di mana satu prajurit TNI, Perwira Kelas Satu Vicky Irad Uba Rumpaidus, tewas. Sebelum insiden itu, kelompok itu diduga mengatur rumah, rumah sakit dan gedung sekolah terbakar.
Kelompok ini dilaporkan telah mengendalikan beberapa desa di distrik Tembagapura, Utikini, Longsoran, Kimbeli, Banti 1, Banti 2 dan Opitawak. Pada hari Rabu, TNI mengklaim mereka telah merebut kembali semua enam desa. Juru bicara TPN-OPM Hendrik Wanmang mengatakan kepada The Jakarta Post melalui telepon Rabu malam bahwa tidak ada baku tembak dengan kelompok di Opitawak pada Rabu pagi. "[Militer Indonesia] menembak penduduk desa," katanya.
POKER ONLINE - Sebelumnya, sekitar pukul 07.30 waktu Jakarta, atau pukul 21.30 waktu Papua, kata Wanmang, TPN-OPM telah mengumpulkan semua penduduk desa di Opitawak untuk perlindungan mereka sendiri. Dia mengklaim para pejuang TPN-OPM telah mundur dan meninggalkan desa untuk menghindari warga sipil yang salah untuk pejuang bersenjata. "Ada wanita dan anak-anak di antara 1.000. Kami beri tahu mereka jika Militer Indonesia datang, jangan lari, tunjukkan diri Anda dengan tangan ke atas," kata Wanmang ke Pos di Jakarta pada Rabu pagi.
TPN-OPM juga membantah tuduhan bahwa mereka telah membuat rumah lokal terbakar, mengatakan itu adalah TNI yang meluncurkan mortir ke rumah-rumah penduduk. Aidi TNI membantah bahwa para tentara itu membawa mortir atau roket. "Kami memiliki 300 saksi sipil. Tanya mereka, apakah kami menggunakan mortir atau roket?" Kata Aidi. "Mereka adalah orang-orang yang membakar rumah sebelum berlari ke hutan," Aidi melanjutkan.
JUDI POKER - Aidi mengatakan bahwa pada hari Selasa tentara menemukan bayi menangis di satu desa, ditinggalkan di sebuah honai, sebuah rumah tradisional Papua. "Kami memberikan bayi itu ke kepala desa," katanya. Wanmang dari TPN-OPM mengatakan bahwa kelompoknya telah menerima informasi dari penduduk desa bahwa selain Timothy, seorang wanita, yang diidentifikasi sebagai Nataro Omaleng, dan seorang anak, bernama Aprion, juga tewas dalam bentrokan hari Rabu.

Post A Comment:
0 comments: