RUU PEMILU, 20-25 Persen DI Ambang Batas Presiden
![]() |
| BUNDAPOKER |
AGEN POKER - Rapat pleno DPR yang membahas RUU tentang UU Pemilu akhirnya berakhir pada Jumat (21/7) pagi. Opsi A berkaitan dengan lima isu penting dalam RUU pemilihan yang disusun dengan aklamasi dalam pleno. Paket A, ambang batas 20-25 persen kepresidenan, ambang batas parlemen 4 persen, sistem pemilihan terbuka, alokasi kursi per 3-10 wilayah pemilihan dan metode konversi suara murni.
DEWA POKER - Pembicara, Setya Novanto yang hanya didampingi oleh Deputi DPR, Fahri Hamzah memutuskan hal ini. Oleh karena itu, tiga wakil ketua DPR lainnya, Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat) dan Taufik Kurniawan (PAN) melakukan tindakan walk out dengan rekan rekan mereka. Sebelumnya, empat fraksi di DPR yaitu Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) berjalan keluar dari ruang rapat paripurna, Kamis (20/7) malam.
TEXAS POKER - Tindakan berjalan dilakukan setelah mereka mengajukan tidak memilih untuk menentukan lima isu penting dalam Undang-Undang tentang Pemilu. Mereka yang berjalan keluar menginginkan agar ambang pintu kepresidenan dilenyapkan dalam RUU Pemilu. Sementara faksi yang ingin memilih adalah mereka yang menginginkan ambang batas kepresidenan 20-25 persen.
POKER ONLINE - Mereka adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Hanura, Partai Golkar, Partai Nasdem, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Wakil Ketua DPRD, Fadli Zon (Gerindra), Taufik Kurniawan (PAN), Agus Hermanto (Demokrat) juga ikut beraksi. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah telah meninggalkan kursi rapat paripurna.
JUDI POKER - "Sebenarnya saya di opsi B. Tapi saya tidak pergi keluar," kata Fahri Hamzah. Namun, beberapa menit kemudian Fahri kembali duduk mendampingi Ketua DPR, Setya Novanto. Fahri berpendapat, sidang pleno DPR dipimpin oleh dua pimpinan DPR. Sebagai informasi, lima pilihan paket dalam Rancangan Undang-Undang tentang Pemilu menjadi dua pilihan, yaitu paket A dan B. Ini adalah hasil lobi yang panjang yang dilakukan oleh pecahan di DPR sejak Kamis (20/7) siang.
Paket A adalah Ambang Batas Kepresidenan 20-25 persen, Ambang Parlemen 4 persen, sistem pemilihan terbuka, alokasi kursi per wilayah pemilihan: 3-10 dan metode konversi murni. Sedangkan paket B adalah Presidential Threshold 0 persen, Ambang Batas Parlemen 4 persen, sistem pemilihan terbuka, alokasi kursi per 3-10 pemilihan dan metode konversi kuota suara.

Post A Comment:
0 comments: