Navigation

LONJAKAN PENUMPANG INDIA TINGAKTKAN KUALITAS BANDARA

LONJAKAN PENUMPANG INDIA TINGKATKAN KUALITAS BANDARA

LONJAKAN PENUMPANG INDIA TINGKATKAN KUALITAS BANDARA
BUNDAPOKER
AGEN POKER - Bandara India yang berjuang untuk mengatasi lonjakan besar jumlah penumpang dan miliaran dolar harus dikeluarkan untuk meningkatkan kapasitas mereka, analis telah memperingatkan. Negara ini menyaksikan sebuah ledakan besar dalam perjalanan udara karena kelas menengahnya yang sedang berkembang semakin meningkat ke langit namun para ahli mengatakan bahwa infrastruktur tidak dapat diimbangi.

"Ada kebutuhan mendesak untuk pengembangan kapasitas di bandara-bandara besar India saat mereka meledak dalam jahitan dan hampir jenuh," kata Binit Somaia, Direktur Asia Selatan di Aviation Center (CAPA), kepada AFP. India telah melihat peningkatan enam kali jumlah penumpang selama dekade terakhir karena warga memanfaatkan konektivitas yang lebih baik dan harga yang lebih murah berkat sejumlah maskapai bertarif rendah.

DEWA POKER - Bandara India menangani 265 juta penumpang domestik pada 2016 dan akan mencapai 300 juta tahun ini, menurut CAPA. Seluruh jaringan bandara negara tersebut hanya mampu menangani 317 juta penumpang, katanya. Menurut data yang dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Perhubungan Udara), badan pengatur India, hanya ada 44 juta orang India yang bepergian dengan pesawat pada tahun 2008.

Kini CAPA memprediksi India akan menyalip Inggris sebagai pasar terbesar ketiga di dunia pada 2025 dan akan memiliki 478 juta selebaran pada 2036. Pakar penerbangan mengatakan pemerintah menghadapi perlombaan melawan waktu untuk membangun infrastruktur untuk mengatasi kemacetan yang melonjak. "Beberapa bandara teratas telah mencapai kejenuhan. Dalam lima sampai tujuh tahun ke depan, 30 sampai 40 bandara teratas di India akan berada di luar kapasitas mereka," kata Somaia dari CAPA yang berbasis di Sydney.

TEXAS POKER - Penerbangan telah meningkat sekitar 20 persen per tahun selama tiga tahun terakhir, yang membentang di banyak bandara sampai titik impas. Pelancong dapat mengambil tiket seharga 1.000 rupee ($ 15) - lebih murah daripada tarif di jaringan kereta api yang reyot di negara ini. Sepuluh bandara India - termasuk Dehradun, Jaipur, Guwahati, Mangalore, Srinagar dan Pune - sudah beroperasi di luar kapasitas mereka, CAPA mengatakan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan bulan lalu. Yang lainnya mendekati batas mereka.

Badan penerbangan tersebut meramalkan bahwa Bandara Internasional Indira Gandhi New Delhi dan Bandara Internasional Chennai akan mencapai kapasitas penanganan mereka dalam waktu empat sampai enam tahun. Situasinya bahkan lebih mendesak di Chhatrapati Shivaji International Airport Mumbai (CSIA). CAPA mengatakan kapasitasnya 94 persen dan "mendekati kejenuhan". Awal tahun ini, bandara mengatakan telah memecahkan rekor dunia sendiri untuk menangani jumlah kedatangan terbanyak dan keberangkatan di landasan pacu dalam satu hari. Sebanyak 980 penerbangan mendarat dan lepas landas dalam waktu 24 jam.

POKER ONLINE - Pelancong domestik yang terbang ke ibukota keuangan India secara teratur mengeluh bahwa penerbangan harus berputar hingga setengah jam sebelum pesawat diberi celah untuk mendarat. Bandara ini dikelilingi oleh permukiman kumuh, sehingga tidak mungkin untuk meningkatkan jumlah landasan pacu dan menyoroti isu akuisisi ruang untuk proyek infrastruktur di kota-kota berpenduduk padat di India.

Pemerintah sedang membangun bandara baru di Navi Mumbai, 30 kilometer jauhnya, untuk meringankan beban. Telah berulang kali tertunda karena sengketa tanah dan saat ini dijadwalkan dibuka pada 2023. "Situasi di CSIA akan memburuk sampai bandara baru beroperasi," kata Amber Dubey, kepala kedirgantaraan dan pertahanan India di konsultan global KPMG, kepada AFP, yang menjelaskan penundaan tersebut "tidak dapat diterima".

JUDI POKER - Perdana Menteri Narendra Modi telah membuat perjalanan udara dapat diakses ke semua prioritas utama sejak pemilihannya pada tahun 2014. Dia baru saja meluncurkan sebuah skema untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil di wilayah tersebut melalui udara. Dalam anggaran bulan lalu, Menteri Keuangan Arun Jaitley mengalokasikan $ 613 juta kepada Otoritas Bandara India untuk memperluas fasilitas tersebut.

CAPA memperkirakan bahwa India perlu menginvestasikan $ 45 miliar pada tahun 2030 untuk memenuhi permintaan. "Pemerintah perlu memastikan bahwa kita memiliki infrastruktur untuk mengelola tingkat pertumbuhan," Manish Agarwal, seorang ahli infrastruktur di PricewaterhouseCoopers, mengatakan kepada AFP.
Share
Banner

Post A Comment:

0 comments: