Pemilik Tanah Ulayat Papua Hadir ke Aiden Environment Asia
![]() |
| BUNDAPOKER |
AGEN POKER - Penyelenggaraan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang melakukan kampanye hitam melumpuhkan pemilik tanah komunal (ulayat) masyarakat di Papua. Mereka khawatir aksi tersebut selanjutnya menghambat realisasi perkebunan kelapa sawit di kabupaten Merauke dan Boven Digul, Papua.
Untuk mengetahui latar belakang tindakan tersebut, perwakilan masyarakat adat yang juga pemilik hak komunal di kabupaten Merauke dan Boven Digoel mengunjungi kantor Aidenvironment Asia, salah satu LSM asing yang bekerja keras menentang perkebunan kelapa sawit di Merauke dan Boven. Digoel
DEWA POKER - "Kami tegaskan mereka untuk menghentikan gangguan di tanah ulayat, karena kami terkena dampak langsung, bukan dari pihak luar," kata Simon K Walinaulik, perwakilan masyarakat ulayat setelah menerima staf Aidenvironment Asia di Bogor, Selasa (25/7) .
Dia juga meminta agar LSM lokal dan asing yang menyuarakan pembatalan pembukaan lahan di wilayah PT Dongin Prabhawa untuk menghentikan tindakan tersebut karena perusahaan tersebut telah membantu masyarakat Merauke dan Boven Digul dalam hal kesehatan, pendidikan dan ekonomi.
TEXAS POKER - "Kami ingin berubah seperti saudara dan saudari kita di luar Papua Jadi, sekali lagi, saya sebagai Kepala Gebse Dinaulik Marga sangat mengharapkan untuk tidak mengganggu kami, kami ingin bergerak maju seperti orang lain," kata Simon. Simon menegaskan bahwa LSM asing seharusnya tidak menghalangi niat mereka.
"Ini tanah kami, hak kami, mereka tidak bisa menghalangi," katanya. Sementara itu, Aiden Environment Asia, yang diwakili oleh Manajer Operasional, Ratih Chandradewi mengakui bahwa pihaknya belum dapat berkomentar atas permintaan pemilik tanah ulayat di kabupaten Merauke dan Boven Digul.
POKER ONLINE - "Kami baru saja menerima pernyataan mereka dan akan belajar. Jadi, kami tidak bisa memberikan pernyataan saat ini," kata Ratih.
JUDI POKER - Sebelumnya, para pemangku kepentingan industri minyak Merauke dan Boven Digoel berkumpul di Jakarta pada hari Senin (24/7) untuk membahas tantangan dan hambatan industri perkebunan kelapa sawit di kabupaten Merauke dan Boven Digoel. Menghadiri pertemuan tersebut adalah Bupati Merauke Frederikus Gebze, Bupati Boven Merouke Benediktus Tambonop, Anggota Komisi IV DPR H.Hamdhani, Bioref dari IPB Nyoto Santoso dan perwakilan masyarakat pemilik hak ulayat di Merauke dan Boven Digoel.

Post A Comment:
0 comments: